Selamat Datang di Blog "Adventuring To Lampung - Lampung Surganya Pantai Indah"
Bookmark and Share

Jumat, 15 April 2011

Hikayat Pohon dan Siswa Pecinta Alam

Seperti biasa pagi ini aktivitas dimulai dengan membuka mata lalu tergesa-gesa berlari kearah kamar mandi,kemudian setelah selesai ku gunakan seragam putih abu-abu,lalu berkata,”oke aku siap berangkat sekolah”. Kebisingan dan deru mesin menjadi suatu hal yang biasa saat aku memulai pagi. Udara yang sudah terpolusi menjadi bagian dalam kegiatan ku menghirup oksigen untuk melangsungkan kehidupan. Aku sampai didepan sekolah ku, sekolah dimana aku belajar dan diharapkan menjadi generasi yang berguna bagi bangsaku dan kehidupan umat manusia. Aku berjalan menyusuri lorong kemudian mengarah ke sebuah kelas yang letaknya tepat disebelah kanan tangga. Saat itu kelas masih terasa sepi”ternyata masih terlalu pagi”, keluhku sambil menaruh tas, tiba-tiba..

“heh, tumben pagi amat lu datengnya?

Aku kaget setengah mati mendengar suara yang entah dari mana datangnya, ku lihat disekelilingku hanya ada bangku-bangku kosong

“gak usah takut aku pohon yang dulu kau tanam didepan kelas mu”

Aku beranikan diriku menoleh kearah suara tadi kemudian berjalan keluar kelas menuju kebawah pohon yang menyapa ku tadi,

”kenapa kau menyapaku?”

Pohon :”karena hanya tinggal sedikit orang-orang sepertimu yang mencintai alam,kebanyakan anak-anak jaman sekarang hanya peduli dengan dunia maya serta animasi yang ada didalamnya tanpa pernah menyadari arti kehidupan yang sebenarnya, hehehe….sebagian dari mereka juga ketakutan dengan masa depan yang mereka pikir hanya ditentukan oleh hasil ujian nasional lalu melupakan kewajiban mereka menjaga dan mencintai alam”.

Aku : “tidak seperti itu, kami para manusia harus mengejar impian dan cita-cita kami untuk bisa memenuhi semua kebutuhan kami, ya….walaupun memang sebagian dari kami mungkin melupakan bahwa menjaga dan melestarikan alam adalah mutlak harus dilakukan demi kelangsungan kehidupan”.

Pohon : “aku tau itu,tetapi bukankah semua kebutuhan manusia telah disediakan oleh alam,tapi mengapa manusia justru menghancurkan dan mencemarinya, aku sebagai pohon sedih ketika melihat teman-temanku ditebangi lalu diubah menjadi kayu bakar,kertas,ataupun furniture yang menghiasi rumah kalian padahal kami dengan tulus memproduksi oksigen demi kehidupan kalian, coba kalian bayangkan jika kami para pohon mengadakan aksi mogok masal untuk memproduksi oksigen”.

Aku : ”em….jangan ngambek gitu dong pak pohon, aku sadar itu kelemahan kami sebagai manusia, banyak diantara kami telah terhipnotis oleh gaya hidup yang modern kemudian hanya melihat sisi positifnya tanpa melihat dampak negative dari ekspolitasi alam yang berlebihan berkedok industry, bahkan manusia sekarang sudah mulai acuh dengan sesamanya, ilmu pengetahuan yang kami pelajari seakan mendesign kami menjadi manusia serakah yang menghalalkan segala cara untuk saling menguasai dalam kehidupan berkompetisi sebagai individu”.

Pohon : “hohoho…harusnya kalian manusia jangan hanya bisa membaca, harusnya kalian juga bisa melihat dan merasa, sebagai pohon aku rela berbagi kehidupan dengan yang lain, ku biarkan burung-burung hinggap didahanku, kubiarkan para serangga memakan pucuk daunku, kubiarkan cacing-cacing hidup diantara akar-akarku, kubiarkan benalu hidup dibatangku, kubiarkan kalian memakan buahku karena aku sadar bahwa keberanekaragaman kehidupan tanpa saling menghancurkan adalah keindahan, aku bukan mengancam aku hanya memperingatkan, ketika orang-orang yang mencintai alam dipaksa hilang maka bumi akan mulai kehilangan keseimbangannya kemudian kehidupan mungkin perlahan akan hilang”.

Aku : “opppppsshhhhh….ternyata sebagai seorang manusia aku tidak lebih bijak dari sebatang pohon, aku paham sekarang bahwa hidup tidak sebatas pada kehidupanku saja tetapi terkait dengan semua kehidupan yang ada disekitarku, aku akan memberitahu teman-temanku yang lain tentang peringatan yang kau sampaikan, semoga manusia yang menyadari pentingnya menjaga dan melestarikan alam tidak punah dihancurkan arus komersialisasi yang menggunakan topeng pendidikan, biar dibilang gak genah serta urakan kayak orang utan hahaha…. aku gak peduli, karena peranku sebagai pecinta alam dibutuhkan oleh negeri ini demi kelangsungan kehidupan umat manusia”.

Pohon : “ mantep cui….gua suka gaya lu klo bahasa gaulnya BE YOUR SELF euy… jangan pernah takut menjadi sesuatu yang kamu kehendaki, karena alam akan menyediakan apapun yang kamu butuhkan dan menjawab apapun yang kamu inginkan.

Aku : “ okeh… aku harus kembali kekelas by the way thanks ya dah mengajari ku banyak hal bye…. pohon”

Kemudian pohon pun melanjutkan kegiatan rutin nya berfotosintesis, sementara aku dihukum dijemur ditengah lapangan karena lebih memilih menghabiskan waktu liburan diatas ketinggian gunung dan lebatnya hutan untuk bisa menyatu dengan alam, ketimbang meyelesaikan tugas rumah ku yang hanya sebatas teori tanpa penerapan saat weekend kemarin, hahaha….tapi tak apa, akan kubuktikan bahwa sosok ini akan berguna bagi nusa dan bangsa. Kak soe hok gie pernah berkata,”kami tidak percaya pada sloga-slogan yang bersifat hipokrisi, rasa cinta tanah air akan tumbuh jika melihat objek alam Indonesia secara langsung, untuk itu kami naik gunung”.

Salam lestari…..!!!

Ditulis Oleh : Norbertus Warsapujana / Esapala XVI

Kamis, 30 Desember 2010

Pendakian Gunung Raja Basa Bersama Esapala Smansa Bandar Lampung

Akhirnya setelah sekian lama vakum dari dunia maya, hari ini saya ingin berbagi pengalaman mendaki Gunung Raja Basa yang saya lakukan pada akhir bulan November lalu. Seperti biasa, kami yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam SMA Negeri 1 Bandar Lampung atau lebih dikenal Esapala mengadakan pendakian rutin yang dilakukan sebagai pengenalan awal kepada calon anggota baru. Kebetulan saya sebagai salah satu alumni Esapala, diundang oleh pengurus untuk turut serta dalam pendakian Gunung Raja Basa. Kegiatan pendakian ini pun sangat baik dilakukan, terlebih sebagai pengenalan alam bagi generasi muda saat ini yang mulai melupakan akan pentingnya menjaga dan melestarikan alam lingkungan hidup. 

Sebagai salah satu Gunung yang berada di Provinsi Lampung, Gunung Raja Basa wajib untuk didaki bagi para pecinta alam. Jalur yang dilalui untuk kepuncak cukup banyak menguras tenaga, karena cukup terjal dan curam. dibutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi plus fisik yang prima untuk mencapai puncak Raja Basa. Untuk mencapai puncak Raja Basa, perjalanan dimulai saat kita sampai di Way Belerang, salah satu kawasan wisata pemandian air panas (Hot Spring), dari Way Belerang kita memulai perjalanan ketempat peristirahatan pertama atau sering disebut shelter. Melepas lelah sesaat dishelter, kita lanjutkan perjalanan menuju puncak. Setelah melewati kebun warga, kemudian hutan dengan ketinggian sedang dan memasuki kawasan hutan lumut. Pada kawasan hutan lumut ini lah kita bisa memacu adrenalin kita, karena Jalan setapak menuju puncak mulai diiringi kanan-kirinya jurang. Jika tidak hati-hati keselamatan kita tidak akan terjamin. Setelah melewati beberapa puncak, yang merupakan bagian dari puncak-puncak Gunung Raja Basa, kita akan menemukan salah satu puncak tertinggi di Gunung Raja Basa yang ditandai oleh tulisan yang tertempel disalah satu pohon yang tumbuh di puncak Raja Basa. Sampai lah kita dipuncak tertinggi Raja Basa. Bagi teman-teman yang belum pernah mendaki Gunung Raja Basa, saya ucapkan silahkan mencoba..!

Kamis, 21 Oktober 2010

Menengok Agrowisata Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur

Daerah pegunungan di Lampung merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang merupakan kawasan yang cocok untuk berwisata bagi para Petualang ataupun para Pendaki gunung. Namun kali ini, saya akan membahas sedikit tentang kawasan agrowisata yang terdapat di Provinsi Lampung. Kawasan agrowisata tersebut bernama Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur. Sebagai kawasan yang berpotensi dalam pembangunan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga di Provinsi Lampung, BBI Pekalongan belum begitu populer ditelinga masyarakat Lampung. Di satu lokasi seluas sekitar 64 hektare di daerah Pekalongan, berdiri lah tempat  agrowisata yang bernama Kebun BBI Pekalongan yang berisikan macam-macam buah-buahan hasil dari penelitian.Para peneliti bidang hortikultura melakukan berbagai uji coba pembibitan berbagai macam buah disana, dan hasilnya cukup membanggakan, benih unggul yang dihasilkan dari penelitian sistem kultur jaringan itu sudah berbuah dalam waktu yang cepat. Buahnya juga sangat manis, tebal, dan lebih menarik penampilannya. 
 
Kebun BBI Pekalongan selain dihuni oleh bermacam pohon dan buah-buahan, didalam kebun juga terdapat Danau sebagai tempat wisata memancing maupun rekreasi air, selain itu terdapat pula Kuda yang dapat disewa untuk ditunggangi mengelilingi daerah sekitar kebun wisata. Jika tiba musimnya, pengunjung wisata kebun Pekalongan dapat mencicipi buah-buahan yang terdapat disana. Namun, potensi Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan yang cukup baik untuk dapat dikembangkan, selama ini malah belum begitu dimanfaatkan dengan maksimal dan kurang dipromosikan, karena terlihat dari jumlah pengunjung yang tidak begitu banyak. Bagi yang berminat berwisata ke kebun Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan, kawasan Agrowisata ini tak begitu jauh ditempuh dari pusat kota Bandar Lampung, dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan, dari Bandar Lampung menuju ke arah Kota Metro dan dilanjutkan skitar 15 menit perjalan menuju Pasar Pekalongan Lampung Timur.

Total Tayangan Halaman