Selamat Datang di Blog "Adventuring To Lampung - Lampung Surganya Pantai Indah"
Bookmark and Share

Senin, 22 Maret 2010

Antara Gajah dan Masyarakat Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur

Mendengar nama Desa Tegal Yoso tentunya akan terasa asing ditelinga kita. Desa Tegal Yoso adalah desa yang terletak di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Penduduk desa ini adalah transmigran yang berasal dari daerah Solo, Kebumen, Pasundan, dan Jawa Timur. Sebagian besar penduduk disini bermata pencaharian sebagai petani. Area persawahan dan perkebunan mendominasi sebagian besar kawasan di desa ini.

Sebagai desa yang letaknya berbatasan langsung dengan TNWK dan hanya di batasi oleh sungai kecil, tentunya resiko yang sangat besar menanti penduduk sekitar adalah serangan gajah. Ya memang benar, selama ini yang menjadi ketakutan paling besar warga Dusun V (Lima) Desa Tegal Yoso adalah serangan kawanan gajah liar dari TNWK yang menyerang lahan pertanian maupun perkebunannya. Jika musim panen tiba, siang dan malam penduduk sekitar berjaga-jaga diareal sawah maupun kebunnya menanti serangan kawanan gajah yang tak tentu datangnya. Sebagai contoh baru-baru ini pada jumat (19/03) malam, penyerangan oleh gajah pun terjadi.

Kerusakan hutan di kawasan TNWK merupakan salah satu faktor kunci yang menyebabkan terjadinya penyerangan gajah liar ke desa-desa sekitar kawasan. Penyebabnya adalah pembalakan liar dan besar-besaran oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan sisa-sisa penebangan pohon oleh alat mesin, selain itu juga terdapat jalan yang cukup besar yang terdapat di dalam kawasan TNWK. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah setempat. Aspirasi yang selama ini dilontarkan oleh penduduk yang tinggal disekitar kawasan hutan TNWK belum sepenunya dapat direlisasikan oleh pemerintah setempat. 

Sebenarnya pemerintah setempat telah berupaya membatasi ruang gerak gajah dengan membangun tiang-tiang yang di sambungkan dengan kawat listrik. Namun hal itu tidak berjalan dengan baik, karena tiang-tiang penghalang itu dirusak oleh kawanan gajah. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah setempat yaitu membangun kanal-kanal penghalang gajah. Namun pembangunan kanal-kanal ini hanya beroperasi disebagian desa yang terletak di Kecamatan Way Jepara, itupun pembangunannya dimulai pada bulan Mei ini.

Minggu, 21 Februari 2010

"Kawoz Demon" Kaos Oblong Khas Lampung

Mayarakat Lampung kini tak perlu lagi bingung untuk mencari T-Shirt khas provinsi Lampung. Rabu (17/2) Kawoz Demon (KD), T-shirt khas Lampung diluncurkan di gedung PKK Bandar Lampung. Peluncuran Kawoz Demon yang diresmikan oleh Wali Kota Bandar Lampung ini diharapkan mampu menyaingi merek-merek kaus oblong terkenal lainnya seperti C59 di Bandung, Dagadu di Jogjakarta, serta Joger di Bali. Di daerah lain, juga ada kaus oblong yang identik dengan daerah itu, meski tak setenar tiga merek di atas. Seperti Cak Cuk Suroboyo dari Surabaya, Nyenyes dari Palembang, serta Begenjoh dari Tenggarong, Kutai Kartanegara. 

Menurut Dana E Rachmat, sang pencipta, Kawoz Demon berasal dari bahasa Lampung yang berarti Kaus Cinta. Ia mengaku, ide membuat kaus oblong khas Lampung tersebut sudah ada sejak lama. Saat itu dirinya masih berstatus mahasiswa Universitas Lampung (Unila) pada 1984. Awalnya, Dana berniat memasukkan ornamen-ornamen khas Lampung, seperti corak kain tapis pada kaus oblong ciptaannya tersebut. Kawoz Demon Lampung mempunyai empat desain awal dan sebuah desain khusus. Empat desain awal tersebut, yakni Nuwo Ghacak, Sudut Kota, Mr. Liman, dan Menara Siger. Namun, ia mengaku masih belum pasti apakah akan benar-benar menerapkannya. Pasalnya, masih banyak konsep yang melayang-layang di kepalanya. Untuk saat ini, gambar di kaus oblong KD memilih tema sudut-sudut kota di Lampung. Ada enam desain gambar di kaus oblong KD yang diciptakan dalam acara peluncuran tersebut, serta ada seribu kaus KD yang dibagikan. Dana optimistis KD akan bisa semakin eksis dan populer di Indonesia, seperti halnya Dagadu dan Joger yang telah jauh lebih dulu muncul.

sumber : Harian Tribun Lampung 

Kamis, 21 Januari 2010

Wira Garden " The Virgin of Batu Putu "



Wira Garden atau Taman Wira Garden adalah salah satu tempat rekreasi baru yang ada di Bandar Lampung. Tempat rekreasi alam ini terletak di Batu Putu, Sukadanaham. Sebagai tempat wisata alam yang baru, Taman Wira Garden belum begitu dikenal oleh masyarakat Bandar Lampung.

Menjadi salah satu dari sekian banyak nya tempat wisata alam yang ada disini, Wira Garden masih kalah pamor oleh Kampung Wisata Tabek Indah, Taman Wisata Lembah Hijau, maupun Zona 235 yang lebih dahulu didirikan. Meskipun demikian, tempat ini masih punya kelebihan dibanding yang lain, karena tempat ini ditata sebegitu murninya dan tentunya karena tempat ini masih sepi pengunjung sehingga masih dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi alam.

Di taman yang memakai slogan "The Virgin of Batu Putu" ini terdapat beberapa cottage dan aula sebagai tempat menginap dan rapat. Terdapat pula area yang luas disediakan untuk tempat berkemah, selain itu masih ada sungai asli dan bukan buatan yang letaknya tak begitu jauh dari area perkemahan. Mungkin sudah saatnya kita melirik Taman Wira Garden sebagai tempat rekreasi keluarga yang baru di kota Bandar Lampung ini.

Total Tayangan Halaman