Selamat Datang di Blog "Adventuring To Lampung - Lampung Surganya Pantai Indah"
Bookmark and Share

Jumat, 17 April 2009

Welcome To The Jungle II

Salam Lestari !!!
Perhelatan akbar yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta alam ditingkat sekolah akhirnya segera tiba. Welcome To The Jungle seri ke-2 akan segera diselenggarakan kembali. Welcome To The Jungle merupakan lomba lintas alam tingkat sekolah/pelajar yang diadakan setiap tahunnya oleh Esapala "Organisasi Pecinta Alam SMAN 1 Bandar Lampung".

Welcome To The Jungle dilaksanakan pada kisaran bulan mei, dan bertempat di kawasan Register 19 Hanura Pesawaran Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan ajang unjuk gigi antar pecinta alam tingkat pelajar se-Lampung khususnya. Diharapkan dengan adanya lomba ini, jalinan dan tali silahturahmi antar pecinta alam tingkat pelajar dapat terjalin dengn baik. selain itu, lomba yang bersifat positif ini juga terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan kegiatan lomba yang diproyeksikan dapat menggantikan lomba lintas alam "Giri Wana Relly" yang dahulu diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Lampung.

Lomba Lintas Alam "Welcome To The Jungle" sedianya akan dilaksanakan pada bulan mei untuk menyambut hari ulang tahun perak ESAPALA "Organisasi Pecinta Alam SMAN 1 Bandar Lampung". Lomba yang terbilang jarang ini merupakan program unggulan dan merupakan salah satu program kerja dari Esapala.

Salam Lestari!!!

Sabtu, 11 April 2009

Festival Krakatau Lampung "Saatnya Pariwisata Lampung Dikenal Dunia"

Festival Krakatau Lampung adalah festival yang menampilkan keragaman seni budaya yang ada di Lampung khususnya. Festival yang telah digelar sejak tahun 1991 setiap bulan Agustus ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Lampung. Awalnya, festival tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat lampung untuk mempertegas posisi Lampung sebagai daerah yang secara langsung memiliki Gunung Krakatau. Sebab dahulu status Krakatau sempat tak jelas. Kalau dilihat dari peta kehutanan, Krakatau masuk ke daerah Jawa Barat, tetapi kalau ditilik dari wilayah administratif, Krakatau masuk dalam bagian Lampung karena lokasi gunung tersebut tepat berada di Kalianda.

Selain itu, penyelenggaraan Festival Krakatau ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Krakatau adalah objek wisata yang bisa diandalkan untuk menarik wisatawan selain Taman Nasional Way Kambas. Ada banyak rangkaian kegiatan yang masuk dalam festival ini. Mulai dari gerak jalan masyarakat pariwisata, ekshibisi jet ski, ritual laut di bawah kaki Gunung Krakatau, festival layang-layang, diving dan masih banyak lagi. Festival ini digelar guna memperingati dahsyatnya letusan gunung krakatau, selain itu juga untuk pengenalan tempat pariwisata di Lampung yang bertujuan menarik wisatawan.

Tahun 2007 lalu, pelaksanaan Festival Krakatau menghabiskan dana kira-kira mencapai 1 milyar. Tetapi event yang disuguhkan memang sangat mengagumkan. Perwakilan dari masing-masing kota dan kabupaten menyuguhkan kesenian budaya daerah, antara lain tari-tarian.

Pada dasarnya semua kegiatan menarik dan berpotensi cukup besar untuk menarik minat wisatawan. Namun ada satu hal yang unik yang ditawarkan oleg penyelenggara yaitu paket kegiatan menyelam. Kegiatan ini memiliki nilai lebih karena wisatawan tidak hanya menyelami keindahan taman laut saja, tetapi juga menyelami nilai historis Krakatau khususnya mengenai proses evolusi gunung tersebut dari bawah laut.

Satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja adalah Tour Krakatau pada 28 Agustus, dengan pelayaran menggunakan kapal cepat maupun kapal feri ke gugusan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, serta ritual Krakatau di sekitar anak gunung berapi yang induknya meletus dahsyat pada Agustus 1883.

Selain itu, Festival Krakatau 2008 juga akan menyuguhkan sebuah acara unik yaitu festival memancing menggunakan layang-layang. Festival ini adalah ide dari Bapak Anshori Djausal Ir, M.S. Pembantu rektor Universitas Negeri Lampung. Event ini akan diselenggarakan pada 9 Agustus 2008 bertempat di Pantai Kalianda Resort.

Festival yang tahun ini memasuki kali ke 18-nya ini juga merupakan sebuah momentum penting menjelang dicanangkannya Tahun Kunjungan Lampung 2009. Ajang tersebut mampu menjadi penanda kebangkitan daerah dan sekaligus pengukuhan daerah dengan kekayaan wisata yang tak kalah beragam.

Festival ini diharapkan berjalan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya dan gaungnya lebih terdengar sehingga tidak saja berpotensi menyerap kunjungan wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara.

Sumber: dari berbagai sumber

Kamis, 09 April 2009

Krakatoa Mount : Exotica all of time

Administratively Krakatau belongs to Lampung Province.

Krakatau located in Sunda Strait, between Java and Sumatera Island, had been wellknown and recorded in the history since the 16th century.

At that times Sunda strait became a heavy business traffic line from Europe (Holland, England, etc) to East India (Indonesia).

In this modern century Sunda Strait plays more important role as business traffic line as well as the field of geological and maritim research.

Ancient Krakatau was estimated 2,000 meters in height and radius of 9 kms.

Its great eruption happened in pre history in 416 as documented in the ancient Javanese book "Pustaka Raja", and left 3 island as the rest i.e. Rakata, Sertung and Panjang Island.
In the later expanding Rakata comes and followed by Danan and Perbuatan volcanic summits.

The latest great eruption of Krakatau volcano happened on 27th of the August 1883 and destroyed most of its body (3/4 of it). It caused big wave with 40 metres height.

A stemship anchored in Teluk Betung port was thrown 2.5 kms away and washed ashore in the lower course of Kuripan river. It also caused ash and stone hail covered 300.000 squared miles or some 483 sq kms within a radius of 150 kms.
Jakarta (Batavia) and around Sunda Strait such as Anyer, Merak, Labuan, Kalianda, Teluk Betung and Kota Agung became pitch dark.

The eruption was heard from Phillippines, Alice Springs, Rodriquez Island and Madagascar. The power of its eruption was estimated to 21,547.6 atom bomb multiplied.

Besides that, the ash hail produced by the eruption caused obstruction of the view to the sun, so that it created a spectacular view as if the sun was almost gone.

Total Tayangan Halaman